
Jasa Rigit Beton Professional
September 11, 2026Tanah menyimpan air dan kelembapan dalam jumlah yang berbeda-beda. Saat hujan turun, volume air di dalam tanah dapat meningkat. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan pada permukaan pondasi, basement, retaining wall, dan struktur bawah tanah lainnya.
Beton memiliki pori-pori kecil yang dapat menyerap air. Retakan rambut, sambungan beton, dan area penetrasi pipa juga sering menjadi jalur masuk air. Jika kondisi ini terus berlangsung, pondasi berisiko mengalami penurunan kualitas.
Waterproofing pondasi berfungsi sebagai lapisan pelindung antara struktur beton dan air tanah. Sistem ini membantu menjaga area dalam bangunan tetap kering sekaligus mengurangi risiko kerusakan struktur.
Risiko Pondasi Tanpa Waterproofing
- Rembesan Air: Air tanah dapat masuk melalui pori-pori beton, retakan, sambungan pengecoran, atau celah di sekitar pipa. Rembesan biasanya menimbulkan bercak lembap, tetesan air, dan genangan pada area basement.
- Korosi Tulangan: Air yang masuk ke dalam beton dapat mencapai tulangan baja. Kontak dengan air dan oksigen memicu proses korosi. Tulangan yang berkarat akan mengembang dan menekan beton dari dalam hingga muncul retak atau keropos.
- Pertumbuhan Jamur: Lingkungan yang lembap mendukung pertumbuhan jamur dan lumut. Masalah ini dapat menimbulkan bau tidak sedap serta menurunkan kualitas udara di dalam bangunan.
- Kerusakan Finishing: Rembesan dari pondasi dapat menjalar menuju dinding dan lantai. Cat dapat mengelupas, plesteran menjadi rapuh, dan juga keramik dapat terangkat akibat kelembapan yang terus meningkat.
- Penurunan Umur Bangunan: Air dan kelembapan yang terus menyerang beton akan mempercepat proses kerusakan. Pemilik bangunan juga perlu mengeluarkan biaya perbaikan yang lebih besar jika masalah baru mendapat penanganan setelah kerusakan meluas.
Jenis Waterproofing untuk Pondasi Bangunan
- Waterproofing Membrane Bakar
Membrane bakar menggunakan lembaran berbahan dasar bitumen. Aplikator memasang material tersebut pada permukaan beton dengan bantuan api dari torch. Metode ini memberikan lapisan kedap air yang kuat dan cocok untuk area basement, retaining wall, serta pondasi. - Waterproofing Membrane Tempel
Membrane tempel memiliki lapisan perekat sehingga tidak memerlukan proses pembakaran. Sistem ini cocok untuk lokasi yang membatasi penggunaan api atau memiliki risiko keselamatan tinggi. - Waterproofing Cementitious
Waterproofing cementitious menggunakan material berbahan dasar semen dan bahan tambahan khusus. Aplikator mencampur material lalu mengoleskannya pada permukaan beton. Metode ini cocok untuk area lembap, ground water tank, lift pit, kamar mandi, dan bagian dalam basement. - Integral Waterproofing
Integral waterproofing menggunakan bahan tambahan yang masuk ke dalam campuran beton. Bahan tersebut membantu mengurangi pori-pori dan meningkatkan ketahanan beton terhadap penetrasi air. - Polyurethane Injection
PU injection cocok untuk menangani kebocoran aktif melalui retakan atau sambungan beton. Material polyurethane bereaksi dengan air lalu mengembang untuk menutup jalur rembesan.
Area Pondasi yang Membutuhkan Perlindungan
- Dinding basement
- Retaining wall
- Pile cap
- Tie beam dan sloof
- Ground water tank
- Lift pit
- Raft foundation
- Sambungan pengecoran
- Penetrasi pipa
- Pertemuan antara lantai dan dinding
- Area dengan muka air tanah tinggi

Baca juga artikel lainnya terkait Pasang Waterproofing Coating Dak Beton
Tahapan Pekerjaan Waterproofing
- Survei dan Pemeriksaan Area
Tim teknis memeriksa kondisi beton, tingkat kelembapan, retakan, sambungan, serta posisi penetrasi pipa. Hasil survei menjadi dasar untuk memilih metode waterproofing. - Persiapan Permukaan
Aplikator membersihkan debu, minyak, sisa semen, dan material lain yang dapat mengurangi daya rekat. Tim juga memperbaiki bagian beton yang keropos, berlubang, atau tidak rata. - Perbaikan Retak dan Sambungan
Tim menangani retakan sebelum memasang lapisan waterproofing. Pada area construction joint, aplikator dapat menggunakan waterstop, sealant, atau material pendukung lain sesuai kebutuhan. - Aplikasi Primer
Beberapa sistem waterproofing memerlukan primer untuk meningkatkan daya rekat. Aplikator harus mengikuti takaran dan waktu tunggu sesuai petunjuk produsen. - Pemasangan Lapisan Waterproofing
Aplikator memasang material secara merata dan memastikan setiap sambungan memiliki overlap yang cukup. Bagian sudut, penetrasi pipa, juga pertemuan lantai dan dinding membutuhkan perhatian khusus. - Pengujian
Tim melakukan pemeriksaan untuk menemukan celah, kerusakan, atau bagian yang belum tertutup sempurna. Pada kondisi tertentu, tim dapat melakukan tes rendam atau metode pengujian lain sesuai jenis struktur. - Pemasangan Lapisan Pelindung
Lapisan waterproofing memerlukan perlindungan sebelum pekerjaan penimbunan tanah berlangsung. Protection board, screed, atau lapisan pelindung lain dapat mencegah alat kerja dan material urugan merusak waterproofing.
Jasa Waterproofing Pondasi Bangunan
Bangun Bersama Abadi melayani pekerjaan waterproofing untuk pondasi, basement, retaining wall, ground water tank, lift pit, dak beton, kolam, kamar mandi, dan berbagai area bangunan lainnya. Kami menyediakan beberapa pilihan sistem, seperti membrane bakar, membrane tempel, waterproofing cementitious, integral waterproofing, PU coating, dan PU injection.
Untuk konsultasi dan juga layanan jasa kami bisa hubungi 0812 8000 6132 atau email bangunbersamaabadi@gmail.com




